Perayaan Hari Kelahiran

Tuhan, hari ini usiaku bertambah

Dua puluh enam tahun, tepatnya


Saat aku berusia dua puluh tiga

Aku hidup dalam kesombongan

Berjalan jauh, menjelajah dunia

Lupa arah, lupa pulang


Ayah mengirim surat, mengharap kabar

Tapi jiwaku penuh angan dan penasaran

Semangatku menggebu, tak terbendung

Bersorak sorai dalam kefanaan

Berlari dari satu tempat ke tempat lain

Mengejar kesenangan, menari dalam gemerlap


Sementara ayah duduk di teras

Menunggu kabar yang tak kunjung datang

Dengan dada sesak, rindu yang menumpuk

Ia terus menulis, mengirim harap

Namun putrinya masih larut

Dalam tawa palsu, luka diam-diam


Sampai aku jatuh berkali-kali

Seolah semesta menamparku

Langkahku dipaksa pulang

ke rumah yang dulu kutinggalkan

Meski itu bukan keinginanku, pikirku

Kepulanganku itulah yang dinantikan ayah


Kepulanganku sebelum ayahku berpulang

Ia menungguku di teras rumah

Menyambut dengan hati lega

Karena aku selamat sampai tujuan

Tapi ayah tak hanya menyambutku

Ia juga menyambut ajal menjemputnya


Kini, usiaku dua puluh enam

Tak ada lagi perayaan

Tak ada tawa, tak ada jamuan

Hanya linangan air mata


Masih terngiang suara hangatnya

Menyapaku di pagi hari kelahiranku

Tepat di usiaku ke dua puluh tiga

Masih kurasakan pelukan ayahku

Walau wajahku terus merengut


Kini semua terbesit di pikiran

Kalau saja aku bisa memutar waktu

Tuhan tolong kembalikan aku

Di usia dua puluh tiga kala itu

Akan kurayakan hari itu bersama ayah

Karena dengannya,

Hari kelahiranku selalu dirayakan.


Sentul, 20 Mei 2025


Semoga Papa baca dari Surga sana😊 and Happy Bday to me

eugenia naomi. Diberdayakan oleh Blogger.